Sabtu, 19 September 2015

Kehidupan dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW Sebelum Diutus Menjadi Nabi



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Islam merupakan agama samawi selain nasrani dan yahudi, tidak ubahnya seperti dua agama tersebut, Islampun disampaikan oleh seorang utusan yang biasa disebut dengan Rasul. Muhammad bin Abdullah merupakan seorang yang dipercaya oleh Allah Swt, untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh ummat manusia.
Muhammad bin Abdullah lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan dengan peristiwa besar dimana Raja Abrahah bersama dengan pasukan gajahnya berusaha menyerang dan menghancurkan Ka’bah sehingga tahun itu dinamakan dengan tahun gajah. Beliau lahir  dalam keadaan yatim dari seorang Ibu bernama Siti Aminah, setelah enam tahun, beliau ditinggal oleh Ibunya untuk selama-lamanya dan selanjutnya beliau diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Setelah diasuh kakeknya, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib, karena kakeknya telah tiada.
Pada usia tigabelas tahun, diajak pamannya untuk berdagang  dinegeri Syam dan inilah awal dari sejarah perjalanan perjuangan Nabi Muhammad Saw menuju diangkatnya beliau menjadi rasul.

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan later belakang masalah diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain:
1.      Bagaimana sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw ?
2.      Bagaimana kehidupan Nabi Muhammad Saw sebelum diutus sebagai Rasul ?



C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari  penulisan makalah ini adalah:
1.      Menambah khasanah keilmuan.
2.      Mengenalkan kepada generasi muda muslim khususnya tentang kehidupan dan perjuangan seorang yang telah melahirkan perubahan besar dalam kehidupan ini.
















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kelahiran Nabi Muhammad Saw
Muhammad bin Abdullah (محمد بن عبد الله) adalah pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir yang juga merupakan keturunan dari nabi Ismail as. Lahir sekitar senin 20 April 570/571 M (12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah), di Mekkah. Tahun tersebut adalah tahun ketika Abrahah Al Habsyi dari negeri Habasyah yang berusaha menghancurkan Ka’bah, juga disebut sebagai tahun Gajah. Beliau lahir dari keturunan Bani Hasyin. Bani Hasyim merupakan keturunan Quraisy yang paling mulia. Sedangkan Quraisy sendiri adalah kabilah Arab yang paling mulia dan berketurunan bersih. Mereka juga memiliki kedudukan yang paling tinggi di kalangan bangsa Arab. Rasulullah memiliki garis keturunan yang baik dalam kabilah Quraisy.
Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Qilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nudlor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Ia meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan. Oleh karena itu beliau dilahirkan dalam keadaan yatim.
Muhammad Saw, dibesarkan di kota Makkah sebagai anak yatimm karena ayahnya Abdullah wafat di Madinah. Pada waktu itu ayahnya sedang dalam perjalanan untuk berdagang ke Syam dan singgah di kota Madinah dalam keadaan sakit, hingga wafat dirumah pamannya dari Bani Najjar. Ayahnya tidak meninggalkan apa-apa kecuali 5 ekor unta.
Ibu beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Setelah ibunya melahirkan, ia mengirim beliau kepada kakeknya. Ibunya memberikan kabar gembira kepada sang kakek dengan kelahiran cucunya. Maka kakeknya datang dengan menggendongnya. Sang kakek memasuki Ka’bah bersama beliau. Kakeknya berdoa bagi beliau dan menamai beliau Muhammad.
Di masa itu, orang-orang mulia suku Quraisy mempunyai sebuah kebiasaan untuk menyerahkan anak-anak mereka kepada para ibu susuan yang berasal dari desa (pedalaman). Agar di tahun-tahun pertama kehidupannya sang anak hidup di udara pedalaman yang segar, sehingga badannya menjadi kuat karenanya. Juga kehidupan dididalamnya lebih kental akan bahasa-bahasa yang masih lembut, dan juga sopan.
Oleh karena itu Abdul Muthallib mencari ibu susuan bagi Muhammad Saw. Ketika itu datanglah wanita-wanita dari bani Sa’ad di Makkah. Mereka mencari anak-anak untuk disusui. Di antara mereka adalah Halimah As Sa’diyyah. Semua wanita itu telah mengambil anak untuk disusui kecuali Halimah. Ia tidak menemukan selain Muhammad. Pada mulanya ia enggan mengambil beliau dikarenakan beliau adalah anak yatim tanpa ayah. Namun ia tidak suka kembali tanpa membawa anak susuan. Akhirnya Halimah mengambil beliau karena tidak ada bayi selain beliau untuk disusui.
Halimah mendapatkan banyak barokah dan terjadi hal-hal luar biasa dari Nabi Muhammad Saw  selama menyusui beliau. Nabi Muhammad Saw menetap di Bani Sa’ad selama 2 (dua) tahun, selama masa penyusuan. Kemudian Halimah membawanya ke Makkah. Ia membawanya kepada ibu beliau, Halimah meminta, agar beliau bisa tinggal bersamanya lebih lama lagi.
Muhammad Saw menghabiskan empat tahun pertama masa kanak-kanak di padang pasir, di perkampungan Bani Saad. Oleh itu, beliautumbuh dengan jasmani yang kuat, lidah yang fasih, jiwa yang berani, dan mampu menunggang kuda dengan baik sekalipun berusiasangat muda. Bakat-bakatnya terasah dalam kemurnian dan keheningan padang pasir, di bawah kilauan pancaran matahari dan udara yang bersih.
Kemudian Rasulullah Saw mencapai usia 5 (lima) tahun. Di usia itu terjadi peristiwa pembelahan dada beliau. Jibril datang kepada Muhammad Saw. Ketika itu beliau tengah bermain-main bersama anak-anak lain. Jibril mengambil beliau. Ia mengambil jantung beliau. Ia mengeluarkan segumpal darah dari jantung tersebut. Kemudian ia berkata: “Ini adalah bagian syaithan dari dirimu.”
Lalu ia mencucinya dalam baskom emas dengan air zam-zam. Kemudian Jibril mengembalikan jantung itu seperti semula. Dan tiba pada kemudian hari, Halimah mengetahui kejadian ini. Ia pun mengkhawatirkan keselamatan beliau. Sehingga ia mengembalikan beliau kepada sang ibu.

B.     Wafatnya Ibu Nabi Muhammad Saw
Setelah dikembalikan oleh Halimah As Sa’diyyah kepada ibunya. Ketika beliau mencapai usia 6 (enam) tahun, Aminah membawanya ke Yatsrib. Mereka mengunjungi paman-paman beliau. Mereka adalah saudara Aminah dari Bani An Najjar.
Aminah pergi bersama Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad Saw. Di perjalanan pulang dari Yatsrib, ibu beliau meninggal dalam perjalanan. Ia meninggal di suatu tempat yang disebut Al Abwa’. Al Abwa’ berada di antara kota Makkah dan kota Madinah. Maka Ummu Aiman kembali ke Makkah bersama beliau. Kemudian beliau diasuh oleh sang kakek Abdul Muthallib.

C.    Masa Asuhan Nabi Muhammad Saw oleh Abdul Muthalib
Abdul Muthalib merupakan tokoh besar dan terkemuka di kota Makkah pada waktu itu. Abdul Muthalib sangat mencintai dan menyayangi cucunya.
Setelah 2 tahun diasuh kakeknya, dengan penuh kasih saying dan perhatian, kemudian Abdul Muthalib wafat pada usia 140 tahun dan Muhammad Saw, diasuh oleh Abu Thalib pamannya, yang merupakan ayah dari Imam Ali ra.
Wafatnya Abdul Muthalib menjadi satu kehilangan besar bagi Bani Hasyim. Dia mempunyai keteguhan hati, berwibawa, pandangan yang bernas, bijaksana, terhormat dan berpengaruh dikalangan orang-orang Arab. Dia selalu menyediakan makanan dan minuman kepada para tamu yang berziarah dan membantu penduduk kota Makkah yang dalam kesusahan.

D.    Perjalanan Nabi Muhammad Saw ke Syam
Setelah wafatnya Abdul Muthalib, beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib, beranjak remaja berusia 13 tahun, Muhammad Saw melakukan perjalanan pertamanya bersama pamannya Abu Thalib ke Syam. Disuatu tempat beliau berjumpa dengan seorang pendeta Yahudi yang bernama Buhairah. Pendeta itu memahami adanya keistimewaan pada diri Muhammad Saw, dan berkata pada Abu Thalib: “Sesungguhnya anak saudara ina akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, maka jagalah dia baik-baik”. Kemudian pulanglah Abu Thalib bersama Muhammad Saw ke kota Makkah.
Ketika Muhammad Saw mencapai usia 25 tahun, beliau pergi ke Syam untuk kedua kalinya dengan membawa barang dagangan milik seorang janda kaya yang bernama Khadijah binti Khuwailid, yang juga seorang yang ternama yang dipercayakan kepada beliau.
Dalam perjalanan itu, yang juga disertai dengan seorang sahaya dari Khadijah bernama Maisaroh. Ditengah perjalanan itu, terjadi lagi hal yang aneh, beliau bertemu dengan rahib yang bernama Nasthur, dan ia pum memahami adanya keistimewaan-keistimewaan pada diri Muhammad Saw, sebagaimana yang telah dilihat oleh Buhairah. Setelah selesai berdagang kembalilah mereka ke kota Makkah.

E.     Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Khadijah binti Khuwailid
Sikap jujur dan amanah Muhammad telah terkenal di kalangan kaumnya. Hal ini menarik minat Khadijah untuk memberi tawaran kepada beliau agar memperniagakan harta dagangannya melalui sebuah kafilah ke kota Busra. Ketika Muhammad telah pulang ke Makkah, Maisaroh, hamba Khadijah menceritakan kepadanya sikap amanah dan keikhlasan beliau. Khadijah juga melihat keuntungan banyak yang diperoleh dari perniagaan itu. Perkara ini menarik minat Khadijah untuk melamarnya.
Setibanya di kota Makkah berselang 2 bualan dari perjalanan dagang itu, beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Setelah itu Nabi Muhammad Saw pindah kerumah Khadijah untuk memulai lembaran baru dari kehidupannya, usia Khadijah pada waktu itu sudah 40 tahun. Dari pernikahan itu lahir 3 orang putra yaitu Al-Qasim, Abdullah, dan Thayyib, yang semuanya meninggal waktu kecil, serta 4 orang putri yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah.
Keempat putri mereka hidup sampai mereka besar. Yang tertua dari mereka yaitu Zainab menikah dengan Abil Aash ibnu Rabi’ bin Abdus Syam. Ruqayyah menikah dengan Utbah bin Abi Lahab. Sedang Ummu Kultsun menikah dengan Utaibah bin Abi Lahab.
Ruqayyah dan Ummi Kultsum kemudian menikah lagi dengan Ustman bin Affan.
Adapun yang termuda dari keempat putrinya, yaitu Fatimah Az Zahra ra. Menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra.

F.     Penyelesaian Perkara Oleh Nabi Muhammad Saw
Ketika Muhammad Saw berusia 35 tahun, bertepatan dengan orang Quraisy yang sedang memperbaiki Ka’bah yang terkena banjir, dan sedang membangun Ka’bah dan hendak meletakkan Hajarul Aswad di tempatnya sebelah timur.
Mereka berselisih mengenai siapa yang meletakkan Hajarul Aswad, sampai dari mereka berkelahi, karena kegiatan ini sangatlah mulia.
Kemudian diputuskan bahwa siapa yang lebih dulu masuk dari pintu Shafa dialah yang akan memutuskan perkara ini.
Ternyata Muhammad Saw. yang pertama kali, maka beliau memutuskan untuk meletakkannya diatas surbannya dan meletakkan masing-masing suku memilih seorang wakil yang memegang ujung sorban dan mengangkatnya bersama-sama, hingga tiba di tempatnya lalu Muhammad Saw. mengambil Hajarul Aswad dan menaruhnya di tempatnya, maka selesailah permasalahan dengan baik tanpa permusuhan.

G.    Bangsa Arab Sebelum Pengangkatan Muhammad Saw. Sebagai Rasul
Keadaan bangsa Arab pada saat sebelum pengangkatan Muhammad Saw sebagai rasul masih terjerat dalam pusaran kebodohan, kebiadaban dan jahiliyyah. Tidak hanya itu kehidupan masyarakat pada saat itu masih memepercayai akan berhala-berhala yang diyakini memeliki kekuatan dan sebagai penolong dalam kehidupan, keadaan itu juga didiringi dengan semakin bobroknya moral bangsa Arab tersebut.
Berhala-berhala itu diberi sesembahan dan sebagai penyembahan oleh kebanyakan bangsa Arab. Dan itu merupakan salah satu perbuatan syirik.
Selain kesyirikan, kebiasaan jelek yang mereka lakukan adalah perjudian dan mengundi nasib dengan 3 anak panah. Caranya dengan menuliskan “ya”, “tidak” dan dikosongkan pada ketiga anak panah itu. Ketika ingin bepergian misalnya, mereka mengundinya. Jika yang keluar “ya”, mereka pergi dan jika “tidak”, tidak jadi pergi. Jika yang kosong maka diundi lagi.
Mereka juga mempercayai berita-berita ahli nujum, peramal dan dukun, serta menggantungkan nasib melalui burung-burung. Ketika ingin melekukan sesuatu, mereka mengusir burung. Jika terbang ke arah kanan berarti terus, jika ke arah kiri berarti harus diurungkan. Selain itu, mereka juga pesimis dengan bulan-bulan tertentu. Misalnya karena pesimis dengan bulan safar, mereka kemudian merubah aturan haji sehingga tidak mengijinkan orang luar Makkah untuk haji kecuali dengan memakai pakaian dari mereka. Jika tidak mendapatkan, maka melakukan thawaf dengan telanjang.
Kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kaitannya dengan hubungan lain jenis pun sangat rendah, khususnya di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sampai-sampai pada salah satu cara pernikahan mereka, seorang wanita menancapkan bendera di depan rumah. Ini merupakan tanda untuk mempersilahkan bagi laki-laki siapa saja yang ingin ‘mendatanginya’. Jika sampai melahirkan, maka semua yang pernah melakukan hubungan dikumpulkan dan diundang seorang ahli nasab untuk menentukan siapa bapaknya, kemudian sang bapak harus menerimanya.
Tetapi ada juga dikalangan mereka yang membenci akan berhala-berhala dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah.Diantara mereka ada yang mengingkari penyembahan berhala dan membenci perbuatan-perbuatan jahiliyyah.
Mereka itu antara lain adalah Qais bin Sa’idah Al-Ayadi orang bijaksana dan ahli pidato mereka, yang wafat sebelum pengangkatan Muhammad Saw. Sebagai nabi. Kemudian Abu Said bin Zaid paman Umar bin Khattab yang Wafat di Damsyik sebelum pengangkatan Muhammad Saw, sebagai nabi. Kemudian Waraqah bin Naufal anak paman Khadijah yang bertemu dengan Muhammad Saw. Sebelum pengangkatan, dan menguatkan dan memberitakan akan keberhasilan dakwahnya.
Beberapa tahun sebelum diutus sebagai Nabi, Allah Swt telah menimbulkan rasa cinta kepadanya untuk pergi ke Gua Hira ( terletak di barat laut kota Makkah). Baginda berkhalwat di dalamnya selama sebulan untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah dan kehebatan   kekuasaan-Nya.
Muhammad Saw. menjadi mempunyai kebiasaan yang suka menyendiri dan merenungkan alam dan dunia. Beliau berdiam serta mengasingkan diri di Gua Hira’ yang terletak sekitar 3 mil dari kota Makkah, jauh dari kesibukan duniawi yang memikat.
















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Muhammad bin Abdullah (محمد بن عبد الله) adalah pembawa ajaran/agama Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan (Rasul) yang terakhir yang juga merupakan keturunan dari nabi Ismail as. Lahir sekitar senin 20 April 570/571 M (12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah), di kota Makkah.
Ketika kecil Muhammad Saw dititipkan dan disusui oleh Halimah As Sa’diyah, seorang berasal dari pedalaman Arab. Ketika beranjak besar Muhammad Saw dikembalikan kepada pelukan ibunya yaitu Aminah, tidak berselang lama, ibunya meninggal dalam perjalanan pulang dari kota Madinah untuk mememui saudara-saudaranya, ibunya meninggal tepat di daerah Abwa’.
Sepeninggal ibunya, Muhammad Saw diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib, dengan penuh kasih sayang. Ketika kakeknya berusia 140 tahun, kakeknya meninggal, dan akhirnya beliau kembali diasuh oleh pamannya sendiri yaitu Abu Thalib.
Ketika dalam asuhan pamannya, Muhammad Saw belajar berdagang dan ikut dalam perjalanan ke Syam. Beranjak dewasa Muhammad Saw Menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, yang tidak lain adalah seorang yang kaya, yang mengetahui akan sifat-sifat baik Muhammad Saw dari sahayanya yang bernama Maisaroh.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Alhamid, Zaid Husain, Kisah 25 Nabi Dan Rasul, (Jakarta: Pustaka Amani, 1995).
Ø  Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, (Jakarta: Litera Antarnusa, 1990, cet. 12).

KEHIDUPAN DAN PERJUANGAN TENTANG NABI YUNUS DAN NABI ISA






A.           NABI  YUNUS A.S

Nabi Yunus As adalah  anak dari  Matta bin Abu  Matta  bin Bunyamin bin Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau di utus oleh Allah swt sebagai Rosul kepada kaum Niwana di negeri Maushi kira – kira dekat sungai Tigri, sebelum Nabi Yunus di utus kaumnya semua menyembah berhala sehingga meletakatlah dalam hati mereka tentang kepercayaan kepada berhala tadi.Di saat  Nabi Yunus umur + 33 tahun beliau diutus pad kaumnya agar beriman pada Allah swt dan beribadah keapa Tuhan, tetapi walaupun da’wah sudah dilaksanakan terus – menerus tapi hanya sedikit sekali yang beriman padahal kaumnya sebanyak +100 ribu orang, tetapi kepercayaan mereka sudah melekat pada sesembahan mereka (berhala) sedangkan Nabi Yunus sendiri menghadapi kaumnya yang ingkar dan tidak mau beriman merasa hatinya berputus asa.Kemudian Nabi Yunus Asberdo’a (mohon diri) agar dengan lantaran - lantaran menurunkan  siksanya,maka Tuhan menyuruh beliau untuk bersabar hati guna meneruskan dakwahnya hingga selama 40 hari kalau ternyata pada saat itu belum saja mereka beriman maka Allah swt menurunkan azab (siksaannya),maka kembalilah Nabi Yunus berdakwah kepada semua umatnya,sesudah mendapatkan 37 hari,tetapi kaumnya masih saja kufur dan tidak mau beriman maka saat yang tinggal 3 hari itulah beliau memberi tahukan pada semua umatnya,akan turunnya azab (siksa) itu.Maka mereka mempercayai pada perkataaan Nabinya sebab mereka tahu sesungguhnya utusan Allah swt tidak akan berbuat dusta.
Diwaktu yang dijanjikan Nabi Yunus telah datang yaitu hari yang ke 40 maka datanglah awan yang sangat tebal hingga suasana menjadi petang,mereka semua mengetahui akan siksaan.Tuhan yang mungkun akan datang,maka berbondong-bondonglah ke tanah lapang untuk bertobat dari semua kesalahannya,dan mencari nabi mereka yaitu Yunus.Mereka mencari kesana kemari kepada beliau untuk menyatakan tobatnya serta imannya tetapi sayangnya Nabi Yunus As sudah melarikan diri ke atas gunung –gunung maka mereka melaksanakan tobat dan beriman,maka Allah Swt menerima tobat mereka.Sesudah Nabi Yunus mengetahui bahwa siksaan Allah swt belum di turunkan, maka hati beliau bertambah putus asa, maka beliau terus berjalan ke tepi sungai dan akan melarikan diri ke negeri lain, sedangkan berpegian  beliau tanpa ada perintah dari Tuhan (sebelum disuruhnya).
Sesampai di pelabuhan ada kapal yang menu ke daerah – daerah lain,maka tanpa dipikir lebih jauh, maka berangkatlah kapal tadi dengan membawa muatan yang penuh sesak, di saat yang agak lama, dan kapal berada di tengah – tengah lut datanglah  gelombang yang besar, sehingga kapal tadi mengalami kegoncangan ( tidak stabil jalannya) maka  berkatalah nahkoda  kapal : Biasanya  kapal ini  tidak mau membawa orang pelarian, dan jika ada orang – pelarian di dalam maka  terjadilah yang begini rupa,oleh sebab itu apakah di antara penumpang ini ada orang peralian.Jika ada maka lebih baik mengaku saja dan terjunlah ke laut demi menjaga keselamatan orang banyak. Mendengar  perkataan nahkoda itu, maka menjawab lah Nabi Yunus, maka diadakan suatu  undian, untuk menyatakan kebenaran dari orang pelarian itu, akhirnya jatuhnya  undian itu kepada Nabi Yunus As termasuk orang yang melarikan  diri dari kaumnya  sebelum  ada perintah dari Tuhan  untuk mennggalkan mereka, maka dalam keadaan gelap  gulita  berada dalam perutnya ikan, Nabi Yunus tetap hidup dengan maendapat pertolongan  Allah swt, maka disaat itulah beliau teringat akan segala kesalahan nya yang telah perbuat pada Tuhan, mengenai keadaan umatnya dan selalu  membaca: tasbih (mensucikan pada Allah swt). Tahmid (memuji dan di terima kasih atas pertolongan Tuhan).Takbir (membesarkan Tuhan atas kekuasaannya) serta menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan selalu  minta ampun pada Allah swt. Maka dengan lantaran semua bacaan yang telah dilaksanakan oleh Nabi YunusAs terdamparlah ikan hiu itu ke pinggir laut hingga keluarlah Nabi Yunus dari dalam perut ikan hiu itu ke pinggir laut hingga keluarlah Nabi Yunus dari dalam perut ikan it, dengan keadaan yang lemah dan sakit karena berada dalm perut ikan beberapa hari.
Sesudah berada didaratan dan mendapatkan hawa yang sejuk  serta makanan yang penuh nikmat maka Allah swt memberika kesehatan yang normal kembali.Dan beliau disuruh Tuhan untuk kembali kepada kaumnya, yang pada saat itu kaumnya dalam keadaan  beriman dan beribadah kepada Allah swt. Disamping mereka sangat mengharapkan kedatangan Nabinya sebagai pimpinan dan petunjuk jalan berbakti kepada Allah swt, keadaan yang demikian belum didengar oleh Nabi Yunus Assedangkan dalam hati beliau selalu di liputi ketakutan dan kekhawatiran, sehingga merasa takut barangkali kaumnya mau membunuh  pada dirinya, tetapi prasangka itu tidak benar, di tengah pperjalanan pulang kepada kaumnya  Nabi Yunus As. mendapat berita gembira mengenai keadaan kaumnya itu, maka gembiralah hati beliau, setibanya dikampung halamanya maka disambut dan dihormati oleh semua umatnya. Semenjak itu hiduplah Nabi Yunus  bersama kaumnya, dengan aman tentram serta menjadi hamba Allah swt yang baik – baik.
Dengan pertolongan Allah nabi Yunus tetap hidup dalam perut ikan hiu itu.Lalu nabi  Yunus bertaubat menyesali perbuatannya, kemudian Allah menerima taubatnya, sebagaimana di firmankan dalam Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 87- 88 :

وَ ذَ ا ا لنُّوْ نِ اِ ذْ ذَ هّبَ مُخَضِباً فَظَنَّ اَ نْ لَّنْ نَقْدِ رَ عَلَيْهِ فَنَا دَ ى فىِ الظُّلُمَتِ اَ نْ لاَا لَهَ اِ لاَا للهُ سُبْحَنَكَ اِ نىِّ  كُنْتُ مِنَ ا لظَّلمِيْنَ فأَ سْ تَجَبْناَ لَهُ وَ نَجَّيْنَهُ مِنَ ا لْخَمِّ وَ كَذَ لِكَ نُنًجىِ الْوءُ مَنِيْنَ


Artinya :
“Dan (ingatlah kisah ) Dzum – nun (Yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah. Lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). maka ia menyeru  dalam tempat yang sangat gelap :”Bahwa tidak ada  Tuhan selain Engkau maha suci  Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang – orang yang bersalah “Maka kami telah memperkenalkan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaannya. Dan demikianlah kami menyelamatkan orang – orang yang beriman.  



B.            NABI ISA A.S

Nabi Isa As ibunya bernama Maryam dan tidak berayah.Dengan kekuasaan Allah swt , beliau dilahirkan pelantaraan ibu saja dan tidak seperti kelahiran manusia biasa yang ada ibu bapak nya.
Keanehan kelahiran beliau ini untuk menunjukan pada seluruh umat manusia, sesungguhnya Allah swt bisa mewujudkan manusia yang tanpa ayah dan ibu yaitu Nabi Adam As.Dan juga mewujudkan manusia tanpa ayah yaitu:Nabi Isa As, dan juga menjadi ujian bagi manusia apakah bertambah percaya pada Allah swt, ataukah bertambah ingkar (kufur) kepada Allah swt, seperti orang kafir mempunyai kepercayaan bahwa Nabi Isa As adalah anak Tuhan, demikian prasangka yang buruk kepada Tuhan sehingga tanpa pikir terlebih dulu, mereka menyangka seenaknya saja. Yang sesungguhnya Tuhan maha suci dari segala prasangka yang di lontarkan orang – orang kafir, kalau seandainya Tuhan mempunyai anak, maka tidaklah patut beliau menjadi Tuhan yang kuasa. Demikian menurut     pemikiran yang sebenarnya. Adapun riwayat kelahirannya adalah sebagai berikut.
Pada tahun 622 sebelum hijrah;lahirlah Nabi Isa As maka tahun kelahiranya Nabi Isa As disebut tahun Masehi, ibunya bernama Maryam.Maryam anaknya Imron yang dalam  sejarah telah dijelaskan dalam riwayat Nabi Zakariya karena Maryam waktu kecilnya telah dijaga dan dipeliharaoleh Nabi Zakariyah. Adapun Maryam adalah seorang wanita yang sholeh beliau itu masih gadis remaja, dan pada suatu hari datanglah Malaikat jibril memberi khabar kepadanya bahwa ia akan memperoleh seorang bayi laki – laki. Kedatangan Maryam berkata : Jauhlah engkau dari sini dan aku berlindung  kepada Tuhan  atas kejahatan yang akan terjadi dan aku takut kepada Allah  mengetahui Malaikat  Jibril akan keadilan Maryam dalam menjaga kesucian pada diri pribadi nya maka Maryam benar – benar terjaga dari gangguan yang merusaknya

1.      SITI MARYAM  MENGANDUNG NABI  ISA A.S
Diwaktu Maryam mengandung (hamil) yang makin bulan makin bertambah besar,maka gemparlah berita mengenai mengandung anak gadis remaja yang tidak ada suaminya, demikian berita itu disebar luaskan kesana kemari, bagi orang – orang yang tidak senang pada keluarga Imron, yang ada saat itu Imron sudah meninggal tetapi namanya masih tetap harum dalam kaumnya sebab Imron termasuk dan orang yang mengerti pada saat itu. Karena itu bagi orang yang beriman, bertambahlah ketebalan imanya, sebab Allah menujukkan akan kekuasaannya, sebaliknya bagi orang kafirmereka mengejek dan menyebarkan fitnah di kalangan kaumnya dengan ucapan : Maryam telah berbuat seorang  dengan orang laki – laki oleh karena itu berulang – ulanglah perkataan pada Maryam  dengan segala ejekan dan hinaan bahkan ada yang berkata pula.


2.        MUKJIZAT NABI ISA A.S
Setiap Rosulullah di beri beberapa keistimewaan dari pada manusia biasa,yang di sebut Mukjizat,hal ini pula untuk kekuatan dalam menyampaikan agama Allah.sebab,setiap menyampaikan agamanya/kebaikan di situ banyak rintangan baik dari manusia dan jin.Kalau setiap Rosul di beri mukjizat maka mukjiuzat Nabi Isa As.adalah banyak sekali.
Diantaranya:
1)        Diwakttu masih bayi sudah dapat bicara.
2)        Bisa nmembuat burung dari tanah .
3)        Dapat menyembuhkan:Orang-orang buta,orang belang dan menghidupkan orang yang sudah mati.
4)        Diturunkan padanya makanan dari langit sebagai (Ma’idah dari langit) 

3.      NABI ISA DI ANCAM MAU DI BUNUH
            Setiap orang ynag mengajak kebaikan pasti banyak yang merintangi, terutama yang sudah jelas adalah syetan, sebab dia merupakan musuh sejak Nabi Adam sebaliknya juga ada pendukung bag perjuangan agama itu,yang pasti yaitu Allah dan malaikat juga para orang beriman demikian pula yang mudah menghancurkan agama adalah orang-orang yang mempunyai jiwa yang munafik artinya fihsk kedua belah kepada orang iman dan kepada orang kafir.demikian itu yang sudah berjalan bagi tiap penghancuran perjuangan para Rasul.
            Demikian juga penghalang bagi perjuangan Nabi Isa As.yang di pelopori oleh sahabat karibnya yang murtad (keluar dari agama). Adapun orang itu adalah: Yahuza (Iskarit) dia asalnya merupakan sahabat perjuangan yang patuh, akhirnya mereka keluar dari agama Nabi Isa. Adapun oaring-orang kafir itu selalu memusuhi rasul-rasulnya semenjak dari dulu.
            Adapun musuh Nabi Isa itu bermusyawarah untuk menangkap Nabi Isa dan di bunuh (disalib). Maka sahabatnya yang murtad tadi itulah yang menjadi pelopor dalam pembunuhan /penyaliban Nabi Isa, karena ia menyangka bahwa dia dapat menangkap Nabi Isa, karena dia orang yang terdekat kepadanya .




4.      Ajaran Nabi Isa Dengan Ajaran Islam Dalam Hal Kepercayaan Pada Tuhan
Kalau agama islam menyuruh kepada orang yang beriman untuk mempercayai bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt. (Tuhan Maha Esa) tidak beranak dan tidak diperanakkan dan juga tidak ada yang menyerupainya.B arang siapa yang menpersekutukan Allah swt, maka orang itu musyrik, dan mereka itu akan kekal dalam neraka selamany. Demikian juga halnya agama nasrani yang dibawa dan diperjuangkan oleh Nabi Isa As sesuai pula dengan kepercayaan agama lslam.Yang mempercayai tidak ada Tuhan selain Allah swt yang tidak beranak dan diperanakkan dan Maryam adalah ibunya Nabi Isa As.
Karena itu jelaslah orang – orang yang mengaku ber Nabi ke pada Nabi Isa Asyang menamakan/mempercayai bahwa Allah itu tidak beranak, maka sesungguhnya iyu bukanlah ajaran Nabi Isa yang telah diselewengkan. Karena Isa As tidak pernah sama sekali mengatakan dirinya dan ibunya selaku  Tuhan.



5   .Kepercayaan Islam Kepada Nabi Isa

Di dalam Al Qur’an dijelaskan, kalau Nabi Isa adalah  hamba Allah swt dan utusannya Allah. Sesungguhnya Nabi Isa As bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan, Demikian juga Maryam bukan Tuhan tapi hanya: ibunya Nabi Isa Asyang jadi pelantara melahirkan Nabi Isa As, tanpa bapak. Dan hal ini suatu bukti kekuasaan Allah swt, kalau Nabi Adam diadikan Allah tanpa bapak dan ibu maka Nabi Isa As, punya ibu tapi tidak ada bapaknya.




Firman Allah dalam Al Qur’an :

Artinya :


Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikeh
endaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.






















BAB III
PENUTUP



A.    Kesimpulan

          Setelah mempelajari dan melihat pembahasan yang telah  dijabarkan diatas, dapat kami simpulkan bahwa kehidupan dan perjuangan para Nabi didefinisikan sebagai suatu hal yang karenanya Nabi di utus Allah untuk di tugaskan  menyampaikan dan menyebarkan agama kepada umatnya. Selain itu kita mengerti  tentang kehidupan dan perjuangan  kisah  Nabi dan pentingnya kisah Nabi   untuk kehidupan sehari – hari.




B.Saran

Dengan segala kekurangan kami meminta maaf kepada Pak dosen  pembibing maka kuliah Pendidkan Tarekh karena terbatasnya waktu yang diberikan makalah ini masih banyak sekali kekurangannya. Semoga  dengan disusuanya makalah ini menambahkan manfaat bagi kami. Terima kasih.







DAFTAR PUSTAKA



Mas’hum,Kh.Kisah R Teladan 25 Nabi Rosul:CV. BINTANG PELAJAR